Global Warming Mengancam Masa Depan Umat Manusia


nasa_global_warming Ilmuwan dari NASA Amerika mengatakan sejak 2003 glasier-glasier yang di Greenland, Antartika dan Alaska semakin cepat mencair, total volume es yang mencair telah mencapai 1,5 – 2 triliun ton. Dan tingkat es yang mencair begitu cepat sehingga membuat Global Warming semakin meningkat.

Scott Luthcke geophysicist dari NASA mengatakan bahwa melalui program eksperimen NASA Gravity Recovery and Climate Experiment,dengan dua satelit untuk mengukur ” keseimbangan massa” gletser, yaitu perbedaann antara penambahan volume es setiap tahun dan volume es yang mencair, diperkirakan volume es yang hilang cukup untuk mengisi 21 teluk Chesapeake.

Volume es yang hilang di gunung glasier Teluk Alaska setahun kira-kira 84 miliar ton, kira-kira sama dengan 5 kali volume aliran Sungai Colorado di Grand Canyon setahun. Scott Luthcke mengatakan bahwa pada perubahan kenaikaan suhu beberapa derajat, dapat membuat peningkatan hilangnya kualitas aliran, mengakibatkan permukaan air laut naik dan perubahan arus laut. Sungai es dengan metode yang kongkret memberitahu kita bahwa iklim sedang berubah.

Ilmuwan NASA lainya Jay Zwally menggunakan teknologi satelit yang berbeda untuk mengamati jumlah perubahan glasier-glasier di Greenland, Kutub Utara dan Selatan. Di masa 5 tahun lalu, Greenland kehilangan sekitar 150 -160 miliar ton es pertahun, cukup untuk menaikkan permukaan air laut dunia naik 0,5 mm per tahun.

Mencairnya es di Kutub Utara dan Selatan juga mengakibatkan Global Warming. ketika lembaran besar es dan glasier-glasier mencair, hilanglah energi refleksi dan digantikan oleh lautan dan tanah yang menyerap panas, menyebabkan Global Warming di wilayah sungai Kutub Utara meningkat cepat.

Pada tahun 1990, es yang membeku dan mencair di Greenland jumlahnya kurang lebih sama. Tapi sekarang setelah 15 tahun, kecepatan kenaikan tinggi permukaan laut meningkat sebesar 50%, membuat iklim dunia lebih sulit diprediksi.

Zwally mengatakan bahwa ini adalah peringatan. Kenaikan permukaan air laut per inci, itu mewakili tantangan perubahan perekonomian yang signifikan, karena perubahan tinggi permukaan air laut akan meningkatkan bencana banjir serta badai angin dan hujan. Dalam kehidupan kita dapat terlihat dampak global warming, seperti pertanian.

Jay Zwally mengambil contoh, musim panas ini hutan di negara bagian Colorado dan bagian barat Kanada diserang oleh kumbang pohon cemara. Dipercaya bahwa serangan tersebut akan berlanjut terus, karena musim dingin tidak cukup dingin, tidak mampu membekukan dan mematikan hama, hutan akan mengalami kerusakan serius.

Jay Zwally memprediksi, tinggi permukaan air laut akan naik 18-36 inci pada abad ini. Namun, karena faktor-faktor perubahan di antaranya terlalu banyak, kecepatan perubahan terlalu cepat masa depan penuh dengan banyak ketidakpastian.

Perihal ridhanu
I'm Network Engineer, Bankir, Born May 12, 1988 on Barabai. My twitter: @ridhanu, facebook: ridhanu@yahoo.co.id, mobile phone: 0852 4936 4064, email: ridhanu@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: